Langsung ke konten utama

Manfaat Bermain Monopoly Bagi Si Kecil


Hayooo siapa yang tak kenal Monopoly? Pasti familiar kan. Berasa punya banyak aset dan kaya raya jika menang permainan ini. Namun berasa miskin dan tidak memiliki aset sama sekali jika bangkrut. Hihihi... Jika bermain dengan temannya nduk suka sekali bermain monopoly. Ternyata ada manfaatnya lho bermain Monopoly. Berikut beberapa manfaat permainan monopoly untuk si kecil yaitu: - Meningkatkan interaksi sosial. Interaksi antara para pemain monopoly dapat meningkatkan kemampuan sosial si kecil dengan teman-temannya. Karena pada permainan ini si kecil akan secara langsung berinteraksi dengan temannya. - Mengasah keterampilan. Permainan ini dapat menguji kecerdasan, strategi dan keterampilan. Karena si kecil dituntut harus bisa mendapatkan banyak aset dan berbagai kesempatan. Jika salah langkah dalam permainan ini si kecil akan bangkrut atau dihukum. - Mengatur strategi.  Permainan monopoli mengasah keterampilan strategi dan menggunakan uang secara bijak. Ketika kalah si kecil akan mendapat pelajaran dan akan belajar mengatasi hal serupa pada permainan di kesempatan lain. - Mengatasi kesulitan.  Tak jarang kesialan terjadi ketika melempar dadu monopoli, misalkan mendapat angka yang berakibat mampir pada salah satu hotel lawan dengan sewa tinggi dan diharuskan membayar denda. Atau bisa juga di kecil mampir ke dalam penjara. 😢 Bermain monopoli membuat si kecil harus bisa mengatasi masalah dengan baik dan mengambil keputusan yang tepat. Semakin tajam kemampuan anak untuk menyelesaikan atau mengatasi masalah keuangan di permainan monopoli, maka semakin mahir juga ia mengatasi masalah di dunia nyata. Pada permainan ini para pemainnya juga harus berani mengambil resiko mengeluarkan uang untuk mengembangkan aset. Si Kecil akan belajar bagaimana membagi uang yang harus diinvestasikan dan uang yang harus disimpan. Pelajaran ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahwa sangatlah penting menabung dan tidak menghabiskan uang hanya untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan.  Wah ternyata cerdas kreatif, mandiri Percaya diri dan sikap supel si kecil akan makin terasah Bunda. Yuk dukung si kecil menjadi Generasi Maju yang tumbuh Tinggi dan Kuat, Cerdas Kreatif, Mandiri dan Percaya Diri serta Supel. Pastikan nutrisi dan stimulasi yang tepat bagi si kecil ya Bunda. #MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Asah Motorik Halus Sejak Dini

Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...