Langsung ke konten utama

Perlukah Belajar Membatik Bagi Buah Hati?


Dunia anak tak mungkin bisa diulang, jadi biarkan si kecil menikmatinya. Dunia anak pun tak lepas dari kepolosan tawa lepas si kecil, bermain dan belajar. Hal ini bisa kita lihat betapa senangnya si kecil ketika bermain dengan permainan yang disukainya serta belajar hal-hal baru. Namun semua itu harus tetap dalam perhatian, pantauan dan pendampingan orang tua. Karena pada hakikatnya orang tua adalah support system utama bagi buah hati. Banyak hal yang dapat dilakukan si kecil dengan bermain dan belajar. Salah satunya adalah membatik. Beberapa waktu lalu saya ajak nduk liburan dan di salah satu sudut ada kegiatan membatik. Nduk sangat tertarik dan semangat sekali ingin belajar membatik. Nduk mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh kakak pendamping. Membatik adalah hal yang baru bagi nduk Rasti. Rasa ingin tahunya menjadi luar biasa karena nduk menemukan istilah baru seperti canting, malam. "Kenapa malam harus selalu dipanaskan?" "Nanti warnanya jadi apa? " Dan masih banyak lagi pertanyaannya. Alasan saya mengajarkan membatik tuk si kecil yaitu: 1. Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi Buah hati pasti mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dengan hal-hal yang baru saja ditemui. Dengan membatik anak akan belajar untuk melatih kesabaran dalam berkreasi dan membiasakan diri berhati-hati menggores malam dengan canting. Membuat sehelai batik membutuhkan waktu yang tidak singkat. Wah seru sekali karena si kecil akan belajar tentang kreativitas, kesabaran, ketelitian dan disiplin waktu.
2. Mencintai & Melestarikan Budaya Indonesia (Batik) Membatik sebagai wadah untuk si kecil mengenal seni budaya khususnya membatik. Mengajarkan si kecil untuk mencintai dan melestarikan seni budaya Indonesia. Mengenalkan berbagai jenis batik dan prosesnya. Mengenalkannya dengan memberikan pelatihan membatik sehingga si kecil bisa langsung menggoreskan motif canting yang sudah di isi cairan malam pada sehelai kain. Jika negara lain saja bangga dengan kebudayaan Indonesia seharusnya kita jauh lebih bangga sebagai masyarakat Indonesia. Saya pribadi makin cinta dech dengan seni budaya Indonesia 😍😍 Si kecil pun berkesempatan melestarikan batik lewat karya batik yang dibuatnya. Mungkin suatu saat nanti si kecil menjadi salah satu Generasi Maju yang mengharumkan budaya Indonesia melalui karya-karya batiknya. Paling tidak saat ini kita sebagai orang tua mengenalkannya dan memulainya dari tahap belajar. 3. Melatih Kreativitas Ketika si kecil di beri kertas dan cat pasti akan reflek mencoret-coret kertas dengan gembira. Terlebih jika diberi kesempatan untuk berkreasi tanpa batas sesuai imajinasinya. Si kecil akan berkreatifitas dalam membuat karyanya sesuai imajinasinya.
Dengan membatik pun si kecil akan belajar untuk melatih kesabaran dalam berkreasi dan membiasakan diri menggores malam dengan canting. Menggoreskan canting yang berisi malam pada kain sesuai imajinasi dan kreativitasnya. Seru sekali. Kegiatan membatik sangat mengasyikkan. Si kecil akan lebih terlatih lagi kepercayaan dirinya dalam menorehkan cairan malamnya. Si kecil juga akan belajar lebih mandiri dan belajar berkarya yang berguna untuk kehidupan masa mendatang.
4. Mengatasi Ketergantungan Gadget Di zaman milenial ini yang serba online pastikan baik orang tua mau anak sudah tidak asing lagi dengan gadget. Saat ini banyak sekali orang tua yang menjadikan gadget sebagai solusi ketika si kecil rewel. Huft, sebenarnya hal ini salah lho Bunda. Banyak hal yang bisa kita lakukan ketika si kecil rewel atau tidak ada kegiatan. Salah satunya membatik. Ternyata belajar membatik juga bisa mengatasi si kecil yang memiliki ketergantungan terhadap gadget di dalam aktivitasnya sehari-hari. Dengan belajar membatik fokus si kecil terhadap gadget akan beralih ke proses membatik. Membatik merupakan kegiatan positif sebagai media kreatifitas si kecil dalam berkarya. Keren banget ya Bunda manfaat dari membatik ini. Melihat manfaatnya Bunda bisa mendukung, mendampingi dan menjadikan si kecil sebagai Generasi Maju. Yuk membatik Bunda? _____ #MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Asah Motorik Halus Sejak Dini

Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...