Langsung ke konten utama

Asah Motorik Halus Sejak Dini


Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi lebih tinggi. Namun, telebih dahulu pastikan pasir bebas kotoran dan benda berbahaya lainnya. 2. Origami Bermain kertas lipat atau origami dapat membantu melatih gerak motorik halus si kecil. Ajaklah si kecil untuk membuat pola sederhana seperti membagi kertas lipat menjadi 2, 3 atau 4 bagian. Kemudian lanjutkan dengan membuat bentuk sederhana seperti pesawat. Lalu ajak si kecil berlari tuk menerbangkannya. Pasti seru sekali! Setelah berhasil membuat pesawat kertas, dapat diperkenalkan bentuk yang lebih kompleks seperti perahu, burung, ikan atau bentuk lainnya. 3. Plastisin Membuat kerajinan tangan dari bahan plastisin atau lilin juga mampu merangsang gerak motorik halus pada si kecil. Karena dengan bermain plastisin, si kecil harus meremas, menggulung dan merangkai lilin tersebut menjadi bentuk yang diinginkan. Namun, Pastikan plastisin tidak termakan oleh si kecil ya. Atau agar lebih aman, kita dapat membuat plastisin dengan adonan trpungvdan pewarna makanannya yang aman bagi si kecil. 4. Balok kayu atau lego Menyusun balok kayu bisa digunakan untuk melatih gerakan motorik halus pada si kecil. Ajak si kecil menyusunnya menyerupai bangunan tertentu. Bisa juga ajak si kecil merangkainya mengikuti pola yang diberikan atau sesuai dengan kreativitasnya. 5. Puzzle Puzzle adalah satu permainan ampuh untuk meningkatkan kecermatan, konsentrasi, sekaligus melatih gerakan motorik halus pada si kecil. Mainkan puzzle dengan tingkat kesulitan sesuai dengan umur si kecil, acak rangkaian puzzlenya dan biarkan si kecil menyusunnya kembali. Semua permainan mudah dimainkan, disukai si kecil dan ternyata bermanfaat bagi tumbuh kembang si kecil, terutama mengasah motorik halus si kecil. Selain itu, permainan-permainan tersebut mengasah keterampilan kognitif si kecil, melatih konsentrasi, menyusun strategi, serta belajar memecahkan masalah bagi si kecil. Si kecil tidak hanya akan jadi cerdas dan kreatif, si kecil pun akan semakin Mandiri dan percaya diri. Ketika dimainkan bersama teman si kecil akan bersosialisasi dan mendapatkan teman baru hal ini secara tidak langsung membuat si kecil menjadi supel dan mudah bergaul dengan teman sebayanya. Permainan ini merupakan stimulasi yang perlu dicoba lho Bunda. Selalu dukung, dampingi dan wujudkan si kecil menjadi Generasi Maju. ____ #MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...