Langsung ke konten utama

Asah Cerdas Kreatif Si Kecil dengan Bermain ABC 5 Dasar



Nduk Rasti dan dek Nadia serius sekali bermain permainan ABC 5 Dasar. Permainan ini sangat populer di tahun 1990-an. Alhamdulillah nduk Rasti masih bisa mengenal permainan ini di era digital saat ini. Permainan ini sangat menyenangkan.

O iya permainan ini jika di daerah bunda apa namanya?

Kenapa nama permainan disebut ABC 5 Dasar karena permainannya menggunakan huruf alfabet ABC dan dengan menggunakan kelima jari. Memainkan permainan tradisional yang satu ini tidak menggunakan alat apapun hanya menggunakan jemari kita sebagai perhitungannya.

Permainan ini mengharuskan si kecil berfikir dengan cepat. Permainan ini dimainkan oleh tiga sampai lima orang, semakin banyak semakin seru.

Cara bermainnya mudah, si kecil dan teman-temannya menyepakati nama-nama yang nantinya akan menjadi tema permainan, misalkan nama-nama hewan, nama buah, menyebutkan nama transpotasi, menyebutkan nama benda yang ada di dalam rumah atau kelas dan lain-lain. Maka, permainan ini juga dapat menjadi sebuah strategi pembelajaran untuk mengenalkan suatu tema tertentu.

Setelah itu kumpulkan jari-jari si kecil dan mulai berhitung dengan huruf alfabet. Contoh, semua jari yang keluar ada 10 huruf alfabet kesepuluh adalah “H” nah huruf ini akan menjadi huruf nama-nama hewan yang berawalan huruf “H”.

Pemain yang menjawab paling akhir atau tidak bisa menjawab akan mendapatkan hukuman yang telah disepakati diawal permainan.


Permainan ini ternyata sangat bermanfaat dalam mengasah dan meningkatkan cerdas kreatif si kecil yaitu :

  1. sebagai media menghapal huruf yang menyenangkan
  2. mempercepat kinerja berpikir otak si kecil
  3. mengenalkan si kecil pada kosakata baru
  4. memperkaya perbendaharaan kosakata si kecil
  5. mengasah kecerdasan bahasa si kecil
  6. melatih konsentrasi si kecil
  7. mengenalkan berbagai kelompok nama-nama benda, hewan, tumbuhan, dan lain-lain.

Melalui bermain ABC 5 Dasar yang menyenangkan tanpa terasa cerdas kreatif si kecil dalam bertatap bahasa meningkat. Permainan ini bisa juga dimainkan oleh orang tua dan si kecil sebagai sarana edukasi dan membangun kedekatan emosional.

Yuk dukung si kecil menjadi Generasi Maju yang tumbuh tinggi & kuat, Percaya Diri, Cerdas Kreatif, Mandiri dan Supel.

#MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...

Menabung Ala Nduk Rasti

👧 Ibuk, celenganku dan penuh? Boleh dibongkar gak? 👩 Alhamdulillah. Boleh nduk? Mau buat apa? 👧 mau buat beli crayon baru sama bola basket 🏀 👩 Kenapa pakai bongkar celengan? 👧 Aku nabung kan buat beli itu semua buk. 👩 😍😍😍 (spechless aku nya) 👧 (senyum-senyum bahagia sambil menyusun uang receh hasil tabungannya)  Menabung sudah dilakukan nduk sejak berusia 1,5 tahun sampai dengan saat ini. Nduk senang sekali mendengar suara uang koin saling beradu di dalam celengan. Nduk pun selalu mengamati perubahan berat dari celengannya 😙☺ Menabung sangat bermanfaat untuk si kecil: 1. Melatih mengatur keuangan sendiri Dengan menabung secara rutin, si kecil mampu memperhitungkan berapa uang untuk jajan, untuk keperluan lainnya dan berapa untuk disimpan atau di tabung. Hal ini ternyata mengasah cerdas kreatif si kecil. Si kecil akan mengatur strategi agar tetap bisa jajan dan menabung 😍 2. Belajar merencanakan keuangan Jika si kecil menginginkan s...