Langsung ke konten utama

Si Blontheng & Si Belang


Dek Kee adalah anak yang berani, penyayang dan bertanggung jawab. Dek Kee suka dengan binatang apapun jenisnya,  tak pernah dek Kee takut malah terkadang terlihat gemash. 😍😍 

Di rumah dek Kee memelihara ayam. Ayamnya dek Kee sudah bertelur lho. Setiap pagi pasti Dek Kee rajin cek ke kandang ayam untuk melihat ayamnya apakah sudah bertelur atau belum? Sempat juga dek Kee memelihara kelinci dan kucing, namun kelinci dan kucing nya sakit kemudian meninggal😭😭. 

Beberapa Minggu lalu dek Kee menemukan  dua ekor anak kucing yang menggemaskan di gorong-gorong depan rumah, belang hitam dan belang nila. Warna kucingnya cantik sekali. Sejak malam memang terdenga suara kucing mengeong, namun karena sudah malam kami berpikir mungkin kucing tetangga. Setelah pagi tiba, dek Kee cek ternyata memang ada dua ekor anak kucing yang sepertinya dibuang. 

Langsung dipungutnya kedua ekor anak kucing tersebut. Dibersihkannya kedua ekor anak kucing tersebut dan diberinya susu. Dek Kee langsung jatuh cinta dengan kedua ekor anak kucing tersebut. Dek Kee meminta izin untuk memeliharanya.

Kedua ekor anak kucing tersebut diberi nama Si Blonteng (yang belang hitam) dan Si Belang (yang belang nila). Nama panggilannya unik sekali ya. Dek Kee pinter ya kasih namanya 😘.

Karena dek Kee berkomitmen memeliharanya maka dek Kee bertanggung jawab menyiapkan makan dan minum dua ekor anak kucing tersebut. Setiap pagi dibersihkannya kedua ekor anak kucing terbuat beserta kandangnya. Setelah itu diajaknya berjemur sambil bermain.

Dek Kee sangat berani dan penyayang. Setiap hari Dek bermain dengan si Blontheng dan si Belang.  Dek Kee tumbuh menjadi anak yang berani, berempati terkadang sekitarnya, mandiri, percaya diri dan bertanggung jawab atas binatang peliharaannya. Dek Kee ingin sekali bisa merawat si Blontheng dan si Belang hingga besar. 😘😊☺😍

Bunda harus selalu memotivasi, mendampingi, mengarahkan dan mendukung si kecil menjadi generasi maju yang tumbuh tinggi dan kuat, cerdas kreatif, mandiri dan percaya diri serta supel. Cukupi nutrisinya dan berikan stimulasi yang tepat. Jangan lupa lengkapi nutrisinya dengan 2 gelas SGM Eksplor sehari.

#MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Asah Cerdas Kreatif Si Kecil dengan Bermain ABC 5 Dasar

Nduk Rasti dan dek Nadia serius sekali bermain permainan ABC 5 Dasar. Permainan ini sangat populer di tahun 1990-an. Alhamdulillah nduk Rasti masih bisa mengenal permainan ini di era digital saat ini. Permainan ini sangat menyenangkan. O iya permainan ini jika di daerah bunda apa namanya? Kenapa nama permainan disebut ABC 5 Dasar karena permainannya menggunakan huruf alfabet ABC dan dengan menggunakan kelima jari. M emainkan permainan tradisional yang satu ini tidak menggunakan alat apapun hanya menggunakan jemari kita sebagai perhitungannya. Permainan ini mengharuskan si kecil berfikir dengan cepat. Permainan ini dimainkan oleh tiga sampai lima orang, semakin banyak semakin seru. Cara bermainnya mudah, si kecil dan teman-temannya menyepakati nama-nama yang nantinya akan menjadi tema permainan, misalkan nama-nama hewan, nama buah, menyebutkan nama transpotasi, menyebutkan nama benda yang ada di dalam rumah atau kelas dan lain-lain. Maka, permainan ini juga dapat ...