Langsung ke konten utama

Jajanan Sehat di Dalam Lingkungan Sekolah serta Pemberdayaan Perempuan melalui Warung Anak Sehat


Semangat Pagi Para Bunda Hebat! Apa kabar hari ini? Pastinya selalu Luar Biasa ya. Bunda, apakah ada yang sepemikiran dengan saya yang selalu khawatir ketika si kecil jajan.

Berbagai jajanan dijual di sekolah ada snack anak, cokelat, cilok, cimol, cireng, papeda, bakso tusuk, donat, gorengan, aneka es dan banyak lagi. Jajanan yang dijual kadang dilengkapi dengan saos dan berbagai bumbu perasa.  Kadang saya merasa "parno" apakah si kecil dapat memilih jajanan yang sehat. Karena biSemangat Pagi Para Bunda Hebat! Apa kabar hari ini? Pastinya selalu Luar Biasa ya.


Bunda, apakah ada yang sepemikiran dengan saya yang selalu khawatir ketika si kecil jajan? Biasanya si kecil akan tertarik dengan jajanan berwarna yang mencolok, bentuk yang lucu tanpa memperhatikan kandungan gizinya atau mengandung bahan berbahaya. Terlebbih saat ini banyak artikel yang berisikan jajanan yang mengandung bahan pengawet dan pewarna kimia. Semakin was-was ya Bunda?

Untuk meminimalisir hal ini mungkin Bunda bisa membuatkan si  kecil bekal yang pastinyaa memenuhi  nutrisinya.  Ada ide apa Bunda untuk bekal si kecil esok? Saya sedang berselancar di dunia maya memilah-milah resep camilan untuk bekal si kecil.  Si kecil suka jajan namun sejak saya buatkan bekal jajannya berkurang atau tidak jajan sama sekali. Karena ketika si kecil jajan, kadang saya khawatir dengan jajanan yang di konsumsi si kecil. Sehat tidak? Bersih tidak? 


Selain bekal buatan Bunda  saat  ini di 446 Sekolah Dasar di Indonesia yang tersebar di Kota Ambon, Bandung, Bogor dan Yogyakarta memiliki WAS  (Warung Anak Sehat).

Apa itu Warung Anak Sehat? Warung Anak Sehat (WAS) adalah program yang diinisiasi oleh Sarihusada Generasi Mahardhika dan Danone Ecosystem Fund untuk merangkul sekolah-sekolah Dasar untuk mewujudkan kantin sehat, memperbaiki pola jajan sehat anak  usia  Sekolah Dasar, serta mendukung menciptakan anak  Generasi Maju.

Program WAS dimulai tahun 2011  dengan menjajakan makanan dengan berkeliling, di tahun 2013-2015 WAS mulai  menjajakan  makanan di sekolah (283 sekolah dengan menerapkan skema mikro kredit sebagai bagian dari  pemberdayaan WAS. Kemudian  di tahun 2016  WAS berlanjut dijalankan di sekolah dan bersinergi dengan program pemerintah  yang terkait serta sudah mencapai 350 sekolah di  Kota Ambon, Bandung, Bogor dan Yogyakarta. Sampai dengan sekarang WAS terus memmpertahankan model intervensi nyya yang mensinergikan WAS dengan program pemerintah terkait. 

Kegiatan yang dilakukan di Warung Anak Sehat  adalah : 

  • Edukasi terkait nutrisi untuk guru dan orangtua
  • Edukasi terkait jajanan yang sehat dan aman serta pemberdayaan ekonomi perempuan untuk berdagang.
  • Edukasi melalui terkait pemilihan jajanan(makanan & minuman) yang aman, sehat dan bernutrisi oleh guru untuk murid.
  • Bersinergi dengan perorgam pemerintah yang sudah berjalan baik di level lokal maupun nasional.e
  • Membantu penyediaan kantin sehat, demi menyiapkan sekolah menjadi sekolah sehat

Dalam Warung Anak Sehat terdapat Ibu Warung Anak Sehat atau yang disebut IWAS yang sudah mendapatkan edukasi dari Sarihusada Generasi Mahardhika. Para IWAS pastinya akan memiliki pemahaman tentang nutrisi dan pangan jajanan yang aman dan sehat.

Dengan adanya WAS dan  IWAS yang umumnya adalah perempan (ibu) yang secara langsung diberdayakan. Para IWAS membuat  pangan jajanan  dan menjualnya di Warung Anak Sehat yang bertujuan meningkatkan penghasilan dan bagi  ibu rumah tangga  kegiatan ini membuatnya lebih produktif serta mendukung Generasi Maju. 

O iya, sekedar sharing saja di tanggal 15 September 2019 dilaksanakan  Kelas Bunda Jogja yang hadiri Mombassador Jogja Jateng  dan IWAS Yogyakarta, ramai dan seru sekali acara nya. Dan jadi lebih mengenal WAS daN IWAS. Sebagian besar IWAS adalah ibu  rumah tangga yang dapat menghasilkan dan meningkatkan penghasilannya karena WAS. Keren kan?!


Beberapa waktu lalu  ada  team WAS yang datang ke sekolah Nduk, memaparkan secara detail program Warung Anak Sehat. Namun sampai saat  ini belum  terrealisasikan di sekolah nduk.

Besar harapan saya bahwa program Warung Anak Sehat akan merata di provinsi DIY, khususnya Kabupaten Sleman dan merambah ke kota lainnya. Yuk, selalu dukung potensi si kecil agar menjadi Generasi Maju. 

#jajansehatWAS #MombassadorSGMEksplor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Asah Motorik Halus Sejak Dini

Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...