Langsung ke konten utama

Video Karya Pertama Nduk Rasti




Nduk Rasti makin cerdas kreatif aja.  Setting kamera HP sendiri dan merekam kegiatannya membuat kreasi clay/tanah liat buatan. Sudah makin canggih saja nduk. Membuat video tutorial kreasi tanah liat buatan.😍👍👍

Bunda & si kecil pasti familiar dengan clay atau tanah liat buatan, kan? Tanah liat buatan memang sangat menarik perhatian si kecil bahkan orang dewasa karena sangat mudah dikreasikan. Berbagai bentuk-bentuk lucu dari clay atau tanah liat buatan bisa dimodifikasi, dikeringkan, lalu dijual menjadi souvenir atau penghias rumah dan menjadi sumber penghasilan. Ini mah ibu nya bakal happy 😍☺😘

Clay atau tanah liat buatan bukan hanya terbuat dari plastisin, tapi bisa dari bahan-bahan yang kita temukan di dapur juga, lho. Menarik, kan?

Nduk suka sekali membuat clay atau tanah liat buatan sendiri yang terbuat dari tepung dan lem putih. Ibu hanya menyiapkan bahan dan mendampingi nduk Rasti membuatnya. Takarannya perlu diperhatiin agar adonan kalis dan mudah dibentuk.

Cara membuat clay atau tanah liat buatan dari tepung ini juga paling mudah karena bahan digunakan juga tidak terlalu banyak. Berikut bahan-bahan yang nduk Rasti gunakan untuk membuat clay atau tanah liat buatan:

Bahan:
  • 200gr Tepung Maizena
  • 100gr Lem Putih / Lem Kayu
  • Beberapa tetes minyak zaitun
  • Pewarna makanan

Langkah-langkahnya:
  • Campurkan tepung dengan lem putih, lalu uleni hingga tercampur rata.
  • Setelah terbentuk adonan, bagi beberapa bagian
  • Warnai setiap bagian dengan warna berbeda
  • Uleni kembali adonan hingga warna tercampur rata.
  • Setelah diwarnai, adonan clay siap digunakan.
  • Bentuk adonan sesuka hati sesuai kreatifitas

Clay atau Tanah liat buatan tersebut Nduk bentuk menjadi karakter kartun favoritnya menggunakan topi berwarna merah. Kegiatan ini mengasah cerdas kreatif nya dan kebetulan menjadi sarana nduk menyalurkan imajinasi kreatifnya.

Nduk selalu bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan berbagai kegiatan positif. Menyalurkan ide-ide kreatifnya menjadi karya yang unik, keren dan indah. Jadi, biarkan si kecil berkarya sesuai kreativitas dan imajinasinya.

Hal ini sekaligus mengasah cerdas kreatifnya dan meningkatkan kemandirian serta kepercayaandirinya. ☺

Semua anak itu istimewa,  cerdas dan kreatif. Selalu ada aja idenya. Permainan sederhana yang buat anak betah di rumah & memanfaatkan gadget dengan bijak tentunya.

Sebagai bunda kita harus selalu mendampingi dan mendukung si kecil menjadi generasi maju. Jangan penuhi nutrisinya dan jangan lupa 2 gelas SGM Eksplor sehari.

#MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Asah Motorik Halus Sejak Dini

Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...