Langsung ke konten utama

Kekompakan Kami dan Gelang "Kembaran"


Mana toss kompak bunda dan si kecil? Ini akhir toss kompak kami berdua karya nduk Rasti. Nduk suka sekali melakukan toss kompak denganku dan kadang diakhir dengan ciuman serta pelukan. Nduk mah So Sweet Banget!

Ada ada aja ide nya dan imajinasi kreativitas nya. Love you, nduk Rasti 😘😍

Ada yang baru ni, kami memiliki gelang yang sama. Dan baru kami buat siang ini. Siapa yang mau?

Jadi, kebetulan ibuk libur kerja dan sudah lama tidak jalan-jalan berdua dengan nduk Rasti. Jadi, siang ini ibuk jemput Nduk sekolah.

Sepulang sekolah nduk Rasti aku ajak ke toko pernik kerajinan tangan karena kebetulan ada bahan yang perlu aku beli. Sekaligus ingin mampir mencari sepatu untuk keperluan show nduk. "Sekali dayung, satu dua pulau terlampaui".

Di toko pernik banyak sekali yang kami beli salah satunya tali berwarna merah dan kombinasi merah putih pilihan kami. Kami berniat membuat barang yang dapat kami pakai kembaran. Bahan tali ini kami akan buat menjadi gelang. Gelang kembaran berwarna merah. Lucu sekali lho!

Sesampainya di rumah setelah bebersih, ganti baju, makan siang dan ibadah shalat kami membuat gelang. Melihat tutorialnya via video. 😅

Kami persiapkan semua bahan dan alat yang diperlukan. Bahannya Cukup tali secukupnya dan sebuah manik-manik. Untuk alatnya cukup gunting. Untuk menggunting talinya bantu si kecil ya Bunda.

Kita memotong tali sesuai keinginan kami lebih tepatnya seukuran lingkar tangan bunda dan si kecil ya. Jangan lupa berikan lebih untuk ukuran tali nya agar dapat diikat ujungnya. Lebih amannya potong tali seukuran dua kali lingkar pergelangan tangan.

Jika tali sudah terpotong, masuk sebuah manik-manik menyilang dari sisi satu ke sisi satunya. Kemudian ikat ujung kedua tali nya. Sebuah manik-manik ini berfungsi untuk mengunci simpul gelang agar tidak mudah lepas dan dapat mempermudah mengatur ukuran besar kecilnya gelang.

Membuat gelang bersama mengasah cerdas kreatif nduk Rasti dan menambah koleksi karyanya. Selain itu kedekatan dan kekompakan bunda dan si kecil makin klop. Yuk sebisa mungkin temani si kecil untuk selalu berkreatifitas. Menyenangkan sekali lho Bunda! 

Asyik punya gelang kembar dengan nduk.

Apa ne barang bunda dan si kecil yang kembaran? Yuk share!

Bunda, pastikan nutrisi untuk si Kecil dan dukung si kecil menjadi Generasi Maju yang tumbuh  kuat & tinggi, Mandiri, Percaya Diri, Cerdas Kreatif dan Supel. Lengkapi nutrisinya dengan 2 gelas SGM Eksplor sehari.
#MombassadorSGMEksplor #SGMEksplor #GenerasiMaju


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asah Cerdas Kreatif Si Kecil dengan Bermain ABC 5 Dasar

Nduk Rasti dan dek Nadia serius sekali bermain permainan ABC 5 Dasar. Permainan ini sangat populer di tahun 1990-an. Alhamdulillah nduk Rasti masih bisa mengenal permainan ini di era digital saat ini. Permainan ini sangat menyenangkan. O iya permainan ini jika di daerah bunda apa namanya? Kenapa nama permainan disebut ABC 5 Dasar karena permainannya menggunakan huruf alfabet ABC dan dengan menggunakan kelima jari. M emainkan permainan tradisional yang satu ini tidak menggunakan alat apapun hanya menggunakan jemari kita sebagai perhitungannya. Permainan ini mengharuskan si kecil berfikir dengan cepat. Permainan ini dimainkan oleh tiga sampai lima orang, semakin banyak semakin seru. Cara bermainnya mudah, si kecil dan teman-temannya menyepakati nama-nama yang nantinya akan menjadi tema permainan, misalkan nama-nama hewan, nama buah, menyebutkan nama transpotasi, menyebutkan nama benda yang ada di dalam rumah atau kelas dan lain-lain. Maka, permainan ini juga dapat ...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...

Asah Motorik Halus Sejak Dini

Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi...