Langsung ke konten utama

Tahun Baru, Semangat Baru dan Liburan Ala Nduk Rasti si Anak Generasi Maju & Ibuk Mombassador SGM Eksplor

Semangat Pagi Bunda
Apa kabar hari ini? Tak terasa sudah tahun 2020

Terima kasih 2019 yang luar biasa. Dan ini postingan pertama ku di tahun 2020. Semoga di tahun ini selalu diberi kesehatan dan dilimpahkan keberkahan.

Liburan tahun baru kali ini seru tidak Bunda? Berlibur kemana? Dalam negeri menjadi turis lokal atau ke luar negeri? Bagaimana ini liburan para Bunda Mombassador SGM Eksplor dan bubda-bunda hebat lainnya? Pastinya menyenangkan ya Bunda terlebih berliburnya bersama keluarga.

Jadi pengen dech tapi sayang libur tahun baru ini Ibuk tidak libur dan kebetulan ada "gawe" di rumah. Ibuk ketika tidak bekerja banyak menghabiskan waktu di rumah dengan nduk Rasti dan keluarga.

Apa hayo yang dilakukan nduk Rasti di Rumah selama liburan?

Nduk Rasti membantu Akung dan Uti beberes rumah karena bagian depan rumah di renovasi. Banyak barang yang harus dipindahkan dan hal ini menjadi hal yang sangat menyenangkan. Nduk Rasti memindahkan berbagai barang dengan alat yang bernama angkong. Kuat sekali kan? Nduk pun tidak mau dibantu banyak, nduk mengerjakan bagiannya dengan senang hati. Sesekali nduk Rasti dan Tante naik angkong tersebut dan meminta Akung mendorongnya. Seru sekali!


Nduk Rasti & Tante Ratna naik Angkong

Nduk Rasti dengan lihainya mengoperasikan angkong

Tahukah bunda mengajarkan hal-hal positif kepada si kecil dapat mengasah potensi prestasinya lho?

Selain itu Nduk Rasti pun membantu Uti menjaga warung. Melayani setiap pembeli yang datang dengan ramah. Menerima uang pembayaran dan memberikan uang kembalian. Sesekali nduk Rasti pun ikut ke pasar menemaniku berbelanja keperluan warung Uti.

Nduk pun membantu Akung merapikan tanaman-tanaman yang dipindahkan dari depan rumah ke belakang rumah. Ibuk bagian bersih-bersih daun kering saja ☺️. Jangan lupa tanamannya diberi pupuk dan disiram setiap pagi dan sore. Namun karena saat ini musim hujan jadi tidak perlu disiram😍.



Menanam berbagai tanaman mengajarkan si kecil untuk lebih mencintai lingkungannya. Dengan berkebun mengasah cerdas kreatif si kecil. Si kecil dapat bermain sambil belajar lho ketika berkebun. Mengenal berbagai jenis tanaman dan manfaatnya. Selain itu potensi prestasi si kecil seperti mandiri pun ikut terasah lho bunda.


Karena ada kesempatan Ibuk libur kerja nduk Rasti mengajakku menginap di tempat dek Lee. Sebelum menginap, nduk Rasti sudah menyiapkan semua keperluaannya selama menginap. Keren, mandiri sekali ya. 😍

Selama menginap sehari semalam di rumah dek Lee, nduk Rasti selalu menemani dek Kee bermain dan belajar. Mereka sangat rukun. Nduk Rasti sangat menyayangi dek Kee, begitu juga sebaliknya. Selalu bahagia melihat mereka berdua.


Jika sudah tidak ada kegiatan nduk pun membuat berbagai kerajinan tangan dan diberikannya ke Ibuk sebagai hadiah. So sweet 😍πŸ₯°πŸ˜˜. Ibuk makin cinta dech sama nduk Rasti.


Alhamdulillah selama Libur Tahun Baru ini semua kegiatan yang Nduk Rasti lakukan mengasah potensi prestasinya. Nduk semakin supel, mandiri, cerdas kreatif, percaya diri, tumbuh kuat dan tinggi.😍😍


Selama libur Tahun Baru, Ibuk pun selalu memastikan nduk Rasti tetap aktif dengan semua aktifitasnya. Pastinya tak lupa 2 gelas sehari Susu SGM Eksplor 5plus rasa cokelat untuk Nduk, di pagi hari ketika sarapan dan malam hari sebelum tidur untuk melengkapi kebutuhan nutrisi hariannya

Bagaimana libur Tahun Baru ala Bunda? Bolehlah berbagi 😘

Oya jangan lupa untuk update artikel menarik seputar nutrisi, parenting, tumbuh kembang dan juga bisa cek potensi prestasi si kecil.  Ayo kunjungi situs generasimaju.co.id atau Fanpage Aku Anak SGM dan Instagramnya @akuanaksgm


Ibuk undur diri dulu. Selamat beraktivitas dan See you 😘


#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Asah Motorik Halus Sejak Dini

Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...