Langsung ke konten utama

Tetap Sehat Ala Mombassador SGM Eksplor Menjelang Puasa demi Anak Generasi Maju

Tetap Sehat Menjelang dan Selama Puasa ala Mombassador SGM Eksplor demi Keluarga dan Anak Generasi Maju

Assalamualaikum,

Tidak berasa kita berjumpa kembali dengan bulan Suci Ramadhan. 🥰😍

Mungkin bulan Suci Ramadhan kali ini berbeda dengan bulan Suci Ramadhan sebelumnya. Euforianya pun terasa berbeda.  Ramadhan kali ini bertepatan dengan penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemerintah menganjurkan untuk tetap #DiRumahAja.

Semua rangkaian ibadah puasa dilakukan #DiRumahAja. Tidak ada buka puasa bersama di Masjid, shalat Tarawih dan Tadarus Al-Qur'an di mushola ataupun masjid. Namun tak perlu khawatir semua hal tersebut masih dapat dilakukan bersama keluarga #DiRumahAja.

Semoga puasa kita penuh keberkahan ya Bunda. Aamiin.

Walaupun tetap #DiRumahAja kita harus fit menjalani ibadah puasa lho. Karena lebih banyak waktu di rumah maka Ibuk lebih sering berkreasi di dapur. Jajan di luar nya berkurang jadi gak kalap mata liat berbagai menu takjil yang pastinya menggugah selera.

Ibuk selalu menyiapkan menu berbuka dan sahur dengan menu makanan bergizi seimbang serta tetap minum air putih yang cukup. Supaya kesehatan terjaga pastikan ketika makan sahur dan berbuka puasa menambah asupan multivitamin, mengatur porsi makan secukupnya, memperbanyak buah dan sayur, mengurangi makanan dengan rasa yang terlalu extreme seperti pedas, makanan bersantan dan terlalu berminyak. Tak lupa untuk tetap berolahraga ringan ya Bunda.



Memberikan asupan Nutrisi yang baik dan Gizi Seimbang untuk keluarga terutama si Kecil merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Yuk bantu Si Kecill kebutuhan harian selama berpuasa juga dengan Minum susu 2x sehari (saat sahur dan berbuka puasa). Dengan tercukupinya nutrisi untuk si kecil akan meningkatkan daya tahan tubuh, tetap optimal tumbuh kembangnya dan pastinya di kecil akan tetap aktif beraktivitas di saat berpuasa dan selama masa pandemi virus seperti saat ini.


Yang tidak kalah penting Ibuk dan kelurga menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Karena di masa Pandemi seperti ini penting sekali kita menjaga kebersihan  diri di rumah, salah satu nya dengan mencuci tangan.

Bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar?


Berikut cara mencuci tangan dengan cara yang benar dan dilakukan selama 20-30 detik:



Waktu yang dianjurkan untuk mencuci tangan adalah ketika: (Sumber : www.generasimaju.co.id)
  • Saat tangan anak terlihat kotor
  • Sebelum dan sesudah anak makan maupun menyiapkan makanan
  • Setelah memegang dan membuang sampah
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah batuk atau bersin, dan menggosok hidung
  • Setelah mengunjungi ruang publik, termasuk transportasi umum, pasar, dan tempat-tempat ibadah
  • Setelah menyentuh binatang dan hewan peliharaan
  • Setelah menyentuh permukaan benda, termasuk uang

Bunda, selalu update artikel menarik seputar nutrisi, parenting, tumbuh kembang anak dan juga bisa cek potensi prestasi si kecil di website SGM atau Fanpage Aku Anak SGM dan Instagramnya @akuanaksgm

Bunda, Ibuk sarankan  kembali untuk kunjungi website www.generasimaju.co.id atau menghubungi Careline SGM di nomor 0800 1 360 360 untuk informasi tentang nutrisi, pola hidup sehat dan tumbuh kembang si Kecil (yang ada kaitannya dengan berita coronavirus), jadi wajib kunjungi ya lamannya!

Ayo Bunda-Bunda hebat tetap jaga kebersihan dan kesehatan.  Semoga ibadah puasanya lancar dan selalu setia mendampingi tumbuh kembang Anak Generasi Maju.

See you 😘

Wassalamualaikum..


#SGMEksplor
#BersatudanKuat demi
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
#PoinPrestasi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kreatifitas Buah Hati dalam Kolase

Membuat kolase sangat menyenangkan. Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. (Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kolase) Kolase yang biasa Bunda temui biasanya dibuat dengan menempel-nempel potongan kertas warna-warni, biji-bijian, kerang, kulit telur, daun-daun kering, pita, manik-manik & lain. Bahan-bahan yang ingin ditempelkan tergantung dari kreatifitas Bunda & si Kecil. Seru sekali ya Bunda. Kolase yang biasa dibuat biasanya dari potongan kertas warna-warni. Hal ini dikarenakan bahan yang diperlukan mudah diperolah. Bahannya cukup kertas warna-warni dan lem kertas. Kertas warna-warni cukup dipotong kecil-kecil sesuai selera. Tempelkan potongan kertas warna-warni dengan lem pada pola yang diinginkan. Yeay, yuk berkreasi. Untuk kolase dari biji-...

Asah Motorik Halus Sejak Dini

Perkembangan gerak motorik anak terus berkembang secara signifikan. Gerakan motorik terbagi menjadi tiga, yaitu gerakan refleks, motorik kasar, dan motorik halus. Pada dasarnya, gerakan refleks dan motorik kasar akan berkembang dengan sendirinya melalui aktivitas gerak anak sehari-hari. Contohnya adalah aktivitas merangkak, meraba, berjalan, melompatdan berbagai gerakan lainnya. Melatih gerakan motorik halus pada anak membutuhkan kesabaran, konsentrasi, serta sinkronisasi otak, saraf dan gerak tubuh. Melalui permainan-permainan sederhana berikut ini motorik halus si kecil akan terasah. Permainan apa sajakah itu? Mungkin beberapa permainan sempat saya post sebelumnya. 1. Bermain pasir Permaianan ini bisa dimulai dengan perlahan-lahan ajak si kecil mengumpulkan pasir di ember atau tempat yang disediakan. Mencetak pasir mengikuti bentuk tertentu seperti istana pasir atau benteng kerajaan. Kegiatan ini dapat merangsang gerak motorik halus dan juga melatih anak untuk berimajinasi...

Mengajarkan Tanggung Jawab pada Si Kecil

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak dini. Mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya. Ayah dan Bunda dapat memulainya apabila anak bila sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana. Usia ideal untuk mengajarkan tanggung jawab adalah di usia 3 tahun, meski ada juga yang memulainya lebih awal lagi. Namun hal ini kembali lagi ke Ayah Bunda, karena kitalah yang memahami anak masing-masing. Ayah Bunda lah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab. Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara. Beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak, yaitu: 1. Menjadi contoh dan konsisten Jangan pernah bosan mengatakan bahwa Ayah Bunda adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, Ayah Bunda pun harus menjadi pribadi...